Sadranan Tradisi Wajib Desa Urutsewu

Urutsewu - Menyambut bulan suci Ramadhan dilakukan dengan berbagai macam kegiatan yang sudah dari turun temurun sebagai warisan leluhur. Indonesia kaya akan budaya dan adat istiadat menjadikan kebudayaan jaman dulu banyak di adaptasi ke jaman lebih maju seperti tradisi Sadranan.

Sadranan masih diberlakukan dibeberapa daerah yang masih kental akan adat istiadat kejawennya termasuk di Desa Urutsewu. Setiap bulan Ruwah dan Sapar desa mengadakan kegiatan Sadranan yang diikuti setiap warga desa sesuai wilayah dukuhnya masing-masing. Sadranan mengedepankan kebersamaan dan silahturahmi warga desa. Mereka berkumpul di pemakaman dengan membawa sajian kenduri. Doa-doa untuk para leluhur dan keluarga mereka yang sudah meninggal juga dipimpin oleh tokoh agama sekitar. Setelahnya mereka akan bersama-sama menyantap kenduri dengan acara terakhir berkunjung dari rumah-kerumah untuk bersilahturahmi.

Berziarah bersama bisa mengingatkan manusia akan kehidupan abadi selanjutnya, maka dari itu warga berharap dapat hidup rukun bersama.

Berita Terkini
Rastra Untuk Warga Tidak Mampu
Kamis 16 November 2017
Simbol Kerukunan Beragama
Kamis 16 November 2017
Rembug Warga