Simbol Kerukunan Beragama

Urutsewu - Halal Bi Halal menjadi simbol kerukunan umat muslim yang biasa dilaksanakan setiap tahun pasca menyambut Hari Raya Idul Fitri. Desa Urutsewu juga setiap tahun tidak pernah absen melaksanakan kegiatan silahturahmi ini. Halal Bi Halal desa diikuti oleh ratusan warga dari tua-muda, laki-laki dan perempuan membuka diri untuk saling memaafkan.

Acara Halal Bi Halal disambut dengan pengajian berlanjut dengan hiburan kesenian religi dengan acara terakhir menyantap hidangan bersama. Selain menjadi ajang silahturahmi bagi sesama umat muslim, Halal Bi Halal juga dimanfaatkan untuk saling menjaga kerukunan antara umat beragama. Pemuka agama Hindu dan Nasrani diundang untuk ikut berpartisipasi mengikuti serangkaian acara Halal Bi Halal. Umat Hindu atau Nasrani pun juga sering kali mengundang masyarakat ataupun tokoh agama lain untuk berpartisipasi dalam acara mereka. Bukanhkah suatu pemandangan yang jarang ditemui untuk jaman sekarang dimana banyaknya problematika menyangkut kerukunan umat beragama.

Menjaga hubungan baik dengan penganut agama lain merupakan kebanggaan bagi warga desa Urutsewu, karena sejatinya mereka sama-sama memiliki Tuhan hanya cara mereka beribadah dengan cara beragam. Hidup berdampingan dengan panutan yang berbeda tidaklah mudah, maka dari itu menjaga toleransi beragama dan mendukung kegiatan agama lain bisa menjadi acuan dalam menjaga kerukunan dan kesejahteraan warga. 

Berita Terkini
Rastra Untuk Warga Tidak Mampu
Kamis 16 November 2017
Simbol Kerukunan Beragama
Kamis 16 November 2017
Rembug Warga