Tempe Menthes Urutsewu Rasanya Juara
Kamis 16 November 2017

Urutsewu - Tempe yang diolah dengan cara tradisional sudah jarang ditemui karena proses produksi yang kurang maksimal mereka cenderung menggunakan sistem penggilingan. Di Desa Urutsewu tepatnya masih memiliki salah seorang pengrajin tempe tradisional, Sunarmi namanya.

Sudah dari puluhan tahun Sunarmi membuat tempe meneruskan usaha ibunya. Sejak muda hingga sekarang tak pernah mengganti proses pembuatan. Tempe berbungkus plastik ini dijual dengan harga delapan ratus rupiah per biji yang dipasarkan di Pasar Ngegek, Gunung setiap harinya. Sumarmi berangkat dari pukul 05.00 WIB menggunakan mobil jemputan dan menjajakan tempenya sampai pukul 08.00 WIB.

Sunarmi tak pernah mengubah lokasi pasarannya karena di Gunung sudah banyak memiliki pelanggan setia. Tempe buatan Sunarmi cenderung lebih kuat rasa kedelai karena ia membungkusnya dengan bentuk kedelai utuh. Rasa dan teksturnya pun lebih enak di lidah pembeli.

Setiap kali produksi Sunarmi menggunakan bahan baku kedelai impor hingga 25-30 kg. Bila semua tempenya terjual Sumarmi bisa meraup keuntungan mencapai empat ratus lima puluh ribu rupiah. Selama puluhan tahun berjualan tempe, Sumarmi tak pernah mengeluh dan tak merasakan kesulitan.

Sunarmi cukup bersyukur dengan apa yang dia terima dari hasil jualan yang membuatnya mampu menghidupi keluarganya sampai anak-anaknya besar. Ibu enam anak ini tak berharap lebih karena di usianya yang sudah 65 tahun. Sumarmi hanya ingin keluarganya sehat, apabila anaknya ingin meneruskan usaha tempenya hal itu menjadi suatu keberkahan bagi hidup Sunarmi. Jika Anda ingin memesan tempe sunarmi bertekstur menthes bisa menguhubungi 081229659009.

Berita Terkini
Rastra Untuk Warga Tidak Mampu
Kamis 16 November 2017
Simbol Kerukunan Beragama
Kamis 16 November 2017
Rembug Warga