Demografi Penduduk

Perkembangan Kabupaten Boyolali dalam lima tahun terakhir telah menunjukkan perubahan yang signifikan dan dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat Boyolali. Keberadaannya saat ini tentunya membuat bangga bagi seluruh warga Boyolali, sehingga tidak merasa malu jika ditanya asal atau domisili oleh orang lain. Jumlah penduduk Desa Urutsewu pada tahun 2012 berjumlah 5.837orang dengan tingkat pertumbuhan 1,1% per tahun.

Penduduk Desa Urutsewu sebagian besar merupakan suku Jawa dan agama mayoritas Islam diikuti Kristen, Budha, Hindu, Katholik. Masing-masing agama memiliki tempat ibadah. Tiga puluh persen penduduk Urutsewu adalah pendatang. Bahasa Jawa digunakan sebagai bahasa sehari-hari sebagian besar masyarakat. Adat budaya dan tradisi masih  dipegang dan dilestarikan dalam kehidupan masyarakat, misalnya musyawarah dan gotong royong.

Secara adminitratif Desa Urutsewu berbatasan dengan Desa Sruwen Kabupaten Semarang di sebelah utara, Desa Sugihan Kabupaten Semarang Sebelah Timur,  Desa Candi Kabupaten Boyolali di Sebelah Selatan dan Desa Kaligentong Kabupaten Boyolali di Sebelah Barat.

Topografi

Wilayah Desa Urutsewu tergolong Dataran Tinggi dengan kemiringan 5-15 % dan ketinggian  600 meter diatas permukaan laut.

Klimatologi

Desa Urutsewu dapat digolongkan sebagai wilayah dengan karakteristik lembab dengan curah hujan 18,2 mm / tahun, suhu 290 – 330C dan jumlah bulan kering tujuh bulan.

Hidrologi

Desa Urutsewu dilalui beberapa sungai yang mengalir sepanjang tahun dan terdapat beberapa mata air, masyarakat menggunakan sebagai sumber air bersih (hampir 40%) sebagian yang lain menggunakan Jasa PAM ataupun membuat Sumur Gali  dengan swadaya.

Jenis Tanah

Desa Urutsewu memiliki jenis tanah yang pada umumnya termasuk jenis Aluvial dan Pasir,  jenis tanah ini cukup sesuai untuk kegiatan pertanian namun cukup labil, sehingga mengakibatkan banyak jalan di Desa Urutsewu yang cepat rusak.

Kondisi Lingkungan

Desa Urutsewu memliki karakteristik lingkungan berupa dataran Tinggi dengan sebagian besar berupa lingkungan/tanah kering. Karakter lingkungan wilayah ini mempengaruhi jenis usaha pertanian tanaman pangan dan pengembangan lingkungan.

Tanah Kering ini sangat cocok untuk pengembangan pertanian tanaman pangan lahan kering, khususnya palawija, dan tanaman holkikutura. Dan sebagian sawah tadah hujan.

Desa Urutsewu memiliki luas wilayah 267,0495 Ha, dalam bentuk tabel berikut penggunaan dan luas tanah di Desa Urutsewu :

Penggunaan Lahan

Luas ( Ha)

Irigasi Sederhana

  71,8550

Pekarangan/bangunan/emplasment

124,7300

Tegal/kebun

63,0805

Lapangan Olah raga

1,000

Pemakaman

1,500

Gereja

0,3109

Pura

                                                     0,1300

Wihara

0,0300

Sarana Pendidikan

1,0500

Tanah kas desa murni

8,000

 

Keadaan Sosial

Kehidupan sosial yang berkembang di Desa Urutsewu adalah masyarakat pedesaan. Dalam struktur ini, nilai budaya dan tradisi masih dijunjung tinggi. Sifat gotong royong dan kesetiakawanan social sangat kental. Dan kesetiaan serta loyalitas pada tokoh pemuka masyarakat dalam komunitasnya tumbuh baik. Dimana jiwa sifat dan semangat tersebut sangat penting peranannya sebagai modal utama dalam rangka suksesnya rencana program pembangunan.

Produktifitas dan efisiensi terpadu dengan program yang terencana merupakan sinergi bagi keberhasilan pembangunan yang berdasar aspek pemberdayaan masyarakat. Dimana dalam system tersebut warga masyarakat bukan hanya sebagai obyek lebih dari itu merupakan subyek yang berkepentingan berperan dalam pengambilan kebijakan pembangunan sesuai kebutuhan dan potensi yang ada.

Kependudukan

Penduduk Menurut Usia Desa Urutsewu dalam bentuk tabel :

Usia

Jumlah ( orang )

0 – 6                                                                                  

662

7 - 12

623

13 – 18

547

19-24

468

25 – 55

2678

56-79

731

80 keatas

128

Berita Terkini
Rastra Untuk Warga Tidak Mampu
Kamis 16 November 2017
Simbol Kerukunan Beragama
Kamis 16 November 2017
Rembug Warga